Perjuangan Seorang
Gadis
Diana Hartati Rambe atau sering
dipanggil Diana. Lahir di Magelang, 16 April 1993. Ia merupakan anak pertama
dan memiliki seorang adik perempuan yang bernama Dina Lorenza Rambe. Ia
dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang bernama Rahudin Rambe dan Kariyamah.
Sejak kecil ia dibesarkan di Kota Magelang.
Diana menempuh pendidikan sekolah
dasar di SD Kedungsari 1 Magelang. Saat SD ia sangat berprestasi di sekolahnya.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMP 2 Magelang. Saat berada dibangku
SMP, ia pernah menjadi penyiar radio disekolahnya. Setelah lulus, ia
melanjutkan sekolahnya di SMK Telkom, Purwokerto. Saat SMK ia pun juga
menyalurkan bakatnya kembali dalam menyiarkan radio.
Saat berada di bangku SMK, ia
sangat diharuskan mandiri. Karena ia bertempat tinggal sangat jauh dengan
orangtuanya. Banyak suka dan duka yang telah ia lewati selama menjadi anak
rantauan. Hingga ia pernah mengalami rasanya hidup seminggu dengan uang senilai
5.000 Rupiah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan disalah satu universitas
terkenal yaitu Universitas Gadjah Mada. Ia kemudian mengambil Fakultas
Kehutanan. Saat tahap semester akhir, ia pun melakukan praktek kerja lapangan
disalah satu perusahaan di Kota Tarakan selama 2 bulan. Dan ia mendapatkan
daerah yang sangat pedalaman. Dan ia pun disana memiliki banyak pengalaman yang
tak terlupakan dan mengajarkan ia untuk selalu bersyukur.
Setelah wisuda pada bulan Agustus
tahun 2014, ia pun mencari pekerjaan diberbagai perusahaan yang berada di Jakarta,
Bandung, dan Kalimantan. Setelah 5 bulan ia mencari pekerjaan akhirnya ia
mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan swasta di perbatasan Kalimantan
Barat. Ia berangkat ke Kalimantan seorang diri, karena ia sudah terlatih untuk
hidup mandiri. Perjalanan dari bandara menuju perusahaan swasta tersebut
sekitar 3 hari. Dan ia pun bekerja di daerah yang sangat pedalaman. Banyak
hutan-hutan yang ia lihat dan jarak antara rumah kerumah sangat jauh sekali.
Apalagi jarak antara perusahaan dengan kota sangat membutuhkan waktu 1 hari 1
malam.Ditempatnya ia bekerja sangat dekat dengan sekolah dasar. Disana banyak
siswa yang bersekolah masih menggunakan sandal dan bangunannya dapat dilihat
sangat kurang layak.
Dengan melihat kegigihan anak
sekolah dasar dalam mencari ilmu, ia pun selalu bersemangat dalam bekerja. Ia
pun terinspirasi dari anak sekolah dasar yang memiliki jiwa yang membara dalam
dirinya, walaupun ia hidup di daerah pedalaman, semangat dalam diri mereka
untuk mencari ilmu sangat tinggi. Dan ia pun selalu berpesan dan mengingatkan
adiknya untuk selalu hidup bersyukur dan harus tetap bersemangat dalam mencari
ilmu. Dan jangan lupa harus tetap hidup mandiri