Rabu, 07 Desember 2016

Teks Sejarah



Perjuangan Seorang Gadis

Diana Hartati Rambe atau sering dipanggil Diana. Lahir di Magelang, 16 April 1993. Ia merupakan anak pertama dan memiliki seorang adik perempuan yang bernama Dina Lorenza Rambe. Ia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang bernama Rahudin Rambe dan Kariyamah. Sejak kecil ia dibesarkan di Kota Magelang.

Diana menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Kedungsari 1 Magelang. Saat SD ia sangat berprestasi di sekolahnya. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMP 2 Magelang. Saat berada dibangku SMP, ia pernah menjadi penyiar radio disekolahnya. Setelah lulus, ia melanjutkan sekolahnya di SMK Telkom, Purwokerto. Saat SMK ia pun juga menyalurkan bakatnya kembali dalam menyiarkan radio.

Saat berada di bangku SMK, ia sangat diharuskan mandiri. Karena ia bertempat tinggal sangat jauh dengan orangtuanya. Banyak suka dan duka yang telah ia lewati selama menjadi anak rantauan. Hingga ia pernah mengalami rasanya hidup seminggu dengan uang senilai 5.000 Rupiah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan disalah satu universitas terkenal yaitu Universitas Gadjah Mada. Ia kemudian mengambil Fakultas Kehutanan. Saat tahap semester akhir, ia pun melakukan praktek kerja lapangan disalah satu perusahaan di Kota Tarakan selama 2 bulan. Dan ia mendapatkan daerah yang sangat pedalaman. Dan ia pun disana memiliki banyak pengalaman yang tak terlupakan dan mengajarkan ia untuk selalu bersyukur.

Setelah wisuda pada bulan Agustus tahun 2014, ia pun mencari pekerjaan diberbagai perusahaan yang berada di Jakarta, Bandung, dan Kalimantan. Setelah 5 bulan ia mencari pekerjaan akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan swasta di perbatasan Kalimantan Barat. Ia berangkat ke Kalimantan seorang diri, karena ia sudah terlatih untuk hidup mandiri. Perjalanan dari bandara menuju perusahaan swasta tersebut sekitar 3 hari. Dan ia pun bekerja di daerah yang sangat pedalaman. Banyak hutan-hutan yang ia lihat dan jarak antara rumah kerumah sangat jauh sekali. Apalagi jarak antara perusahaan dengan kota sangat membutuhkan waktu 1 hari 1 malam.Ditempatnya ia bekerja sangat dekat dengan sekolah dasar. Disana banyak siswa yang bersekolah masih menggunakan sandal dan bangunannya dapat dilihat sangat kurang layak.

Dengan melihat kegigihan anak sekolah dasar dalam mencari ilmu, ia pun selalu bersemangat dalam bekerja. Ia pun terinspirasi dari anak sekolah dasar yang memiliki jiwa yang membara dalam dirinya, walaupun ia hidup di daerah pedalaman, semangat dalam diri mereka untuk mencari ilmu sangat tinggi. Dan ia pun selalu berpesan dan mengingatkan adiknya untuk selalu hidup bersyukur dan harus tetap bersemangat dalam mencari ilmu. Dan jangan lupa harus tetap hidup mandiri