Minggu, 24 November 2019

Apa pentingnya analisa laporan keuangan

        Sebelum mengetahui apa itu analisa rasio keuangan, kita pelajari terlebih dahulu pengertian dari rasio keuangan. Apa itu rasio? Menurut Harvarindo (2010:12), rasio adalah satu angka yang dibandingkan dengan angka lain sebagai suatu hubungan. Menurut  kamus besar rasio adalah perbandingan antara dua hal yang saling berhubungan, biasanya dalam bentuk angka, rasio, umumnya digunakan untuk mengukur peringkat atau posisi keuangan suatu perusahaan dan analisis untuk pemberian kredit. (glosarium). Sedangkan keuangan adalah suatu hal yang berkaitan dengan akuntansi seperti pengelolaan dan alaporan keuangan. Jadi rasio keuangan adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya (James c Van Horne dikutip dikutip dari Kasmir, 2008:104).
Setelah mengetahui pengertian dari rasio keuangan, analisa adalah suatu proses pengamatan secara detail untuk memecahkan atau menguraikan komponen-komponen pembentuknya untuk dikaji lebih lanjut. Maka analisa rasio keuangan adalah suatu proses pengamatan indeks yang berkaitan dengan akuntansi pada laporan keuangan ( neraca, laporan laba rugi, dsn laporan arus kas)  yang berguna untuk menilai kinerja keuangan pada suatu perusahaan dan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan bisnis.
Pentingnya analisa rasio keuangan yaitu memberikan gambaran sejarah dari perusahaan dan penilaian terhadap perusahaan tersebut, apakah keadan perusahaan baik atau malah sebaliknya. Dari hasil analisis tersebut seorang manajemen mendapatkan informasi tentang kekuatan dan juga kelemahan dari perusahaan sehingga dari informasi tersebut manajer bisa memahami apa yang apa yang perlu di lakukan perusahaan dan keputusan-keputusan yang tepat untuk masa yang akan datang.  Analisis rasio keuangan tidak hanya penting untuk perusahaan, namun juga bisa digunakan untuk pedoman bagi para investor dan kreditor untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut baik atau tidakya kondisi keuangan perusahaan dari periode ke periode.
Rasio keuangan sendiri dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu rasio likuiditas ( rasio lancar, rasio cepat, rasio solvabilitas) rasio perputaran persediaan (rasio aktivitas, rasio utang terhadap aktiva, rasio utang terhadap ekuitas), rasio profitabilitas dan rentabilitas, ( margin laba kotor, margin laba operasi, margin laba bersih) dan yang kelima ada ratio investasi.

Ayo Kenali Jenis-Jenis Saham


        Oleh : Bening Shanaya A.P.

Di era globalisasi seperti saat ini pasti sudah banyak yang mengerti apa itu saham. Dengan keuntungan yang didapat pasti banyak yang tertarik dengan bermain saham. Saham sendiri adalah bukti  yang menunjukkan kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika anda menanamkan saham disuatu perusahaan, maka anda bisa juga disebut sebagai salah satu pemilik perusahaan tersebut, tergantung seberapa besar porsi kepemilikan anda. Saham sendiri berbentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh perusahaan menyatakan bahwa pemilik sertifikat yang namanya tercantum adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi berapa persen saham yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang besar dan sehat akan banyak dicari karena memiliki nilai jual yang tinggi dan akan menghasilkan laba yang besar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis-jenis saham, berikut adalah jenis-jenis saham yang dibagi menjadi tiga berdasarkan karakternya masing-masing

A.    Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
·         Saham Biasa (Common Stock)

Jenis tersebut merupakan yang paling banyak digunakan dalam pasar modal karena para pemilik saham akan menerima dividen jika suatu perusahaan mendapatkan keuntungan atau laba, namun bisa juga tidak mendapatkan dividen jika perusahaan dalam kondisi buruk. Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

·         Saham Preferen (Preferred Stocks)
Untuk jenis ini, stockholder akan mendapatkan hak istimewa dalam pembayaran dividen dibandingkan dengan beberapa jenis saham lainnya. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham jenis ini akan terlebih dahulu memperoleh hak atas sisa aset perusahaan dibandingkan para pemegang saham biasa.Selain itu haknya juga akan lebih tinggi, maksudnya yaitu besarnya dividen yang diterima biasanya telah ditetapkan sebelumnya.  Jika sedang dalam kondisi merugi dan tidak mampu membayar dividen, maka perusahaan akan mencatatnya sebagai hutang yang harus dibayar.
B.   Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
·         Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


·         Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.


C.   Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
·         Blue chips stocks 
Merupakan jenis saham yang perusahaannya memiliki reputasi cukup tinggi serta menjadi pemimpin dalam sebuah industri dengan pendapatan yang stabil serta konsisten membayar deviden.
·         IncomeStocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
·         GrowthStocks
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
·         SpeculativeStocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.

·         CounterCyclicalStocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.


PENTINGNYA MENGANALISIS KEBANGKRUTAN SUATU PERUSAHAAN

oleh: Dina Lorenza Rambe
Dalam dunia bisnis analisis kebangkrutan suatu perusahaan merupakan hal yang penting, khususnya bagi para stakeholder internal maupun eksternal. Dengan memprediksi kebangkrutan, kita tentunya dapat mengetahui kelangsungan hidup suatu perusahaan dan dapat mengantisipasi kemungkinan adanya kebangkrutan. Terjadinya kebangkrutan dalam suatu perusahaan tidak hanya disebabkan oleh ketidakmampuan suatu perusahaan dalam melunasi kewajibannya, tetapi juga terjadinya persaingan bisnis yang semakin ketat dan adanya perubahan dalam keinginan konsumen. Dengan menganalisis kebangkrutan suatu perusahaan, tentunya hal tersebut bermanfaat bagi para investor, karena dapat melihat adanya kemungkinan bangkrut atau tidaknya suatu perusahaan  yang  menjual surat berharga berupa saham mau pun obligasi, sehingga dapat memudahkan para investor untuk mengantisipasi adanya kerugian dalam berinvestasi.
Untuk memprediksi kebangkrutan suatu perusahaan, langkah yang dilakukan adalah dengan menganalisis laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan setiap periode. Laporan keuangan perusahaan biasanya tercatat pada annual report masing-masing perusahaan, yang memuat tentang informasi yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan sebagai alat untuk memprediksi kondisi  perusahaan di masa yang akan datang. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menganalisis sehat tidaknya kondisi keuangan suatu perusahaan adalah dengan metode Z-score. Metode tersebut menggunakan berbagai rasio keuangan yang dapat mengidentifikasi kemungkinan kesulitan keuangan masa depan. Kesulitan keuangan tersebut akan tergambar pada rasio-rasio keuangan yang telah diperhitungkan. Jika suatu perusahaan memiliki nilai Z-score diatas 2,99 maka akan dinyatakan sebagai perusahaan non bangkrut. Sedangkan perusahaan dengan nilai Z-score dibawah 1,81 maka dinyatakan bahwa perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. Selain itu, jika ada suatu perusahaan yang memiliki nilai di antaranya dianggap sebagai perusahaan yang diwaspadai dengan kategori abu-abu.
Alternatif pemecahan masalah jika suatu perusahaan telah mengalami tanda-tanda kebangkrutan atau kesulitan dalam masalah keuangan adalah dengan cara melakukan reorganisasi atau likuidasi. Jika suatu perusahaan memiliki atau menunjukkan prospek yang baik, maka melakukan reorganisasi adalah keputusan yang tepat, karena nilai perusahaan jika diteruskan nilainya lebih besar dari pada nilai perusahaan dilikuidasi. Sebaliknya jika nilai suatu perusahaan jika diteruskan lebih kecil dari nilai perusahaan dilikuidasi, maka langkah yang tepat untuk diambil adalah dengan melakukan likuidasi atau pembubaran perusahaan dengan menjual seluruh asset perusahaan sehingga dapat melunasi kewajiban perusahaan.