Minggu, 24 November 2019

Ayo Kenali Jenis-Jenis Saham


        Oleh : Bening Shanaya A.P.

Di era globalisasi seperti saat ini pasti sudah banyak yang mengerti apa itu saham. Dengan keuntungan yang didapat pasti banyak yang tertarik dengan bermain saham. Saham sendiri adalah bukti  yang menunjukkan kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika anda menanamkan saham disuatu perusahaan, maka anda bisa juga disebut sebagai salah satu pemilik perusahaan tersebut, tergantung seberapa besar porsi kepemilikan anda. Saham sendiri berbentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh perusahaan menyatakan bahwa pemilik sertifikat yang namanya tercantum adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi berapa persen saham yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang besar dan sehat akan banyak dicari karena memiliki nilai jual yang tinggi dan akan menghasilkan laba yang besar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis-jenis saham, berikut adalah jenis-jenis saham yang dibagi menjadi tiga berdasarkan karakternya masing-masing

A.    Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
·         Saham Biasa (Common Stock)

Jenis tersebut merupakan yang paling banyak digunakan dalam pasar modal karena para pemilik saham akan menerima dividen jika suatu perusahaan mendapatkan keuntungan atau laba, namun bisa juga tidak mendapatkan dividen jika perusahaan dalam kondisi buruk. Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

·         Saham Preferen (Preferred Stocks)
Untuk jenis ini, stockholder akan mendapatkan hak istimewa dalam pembayaran dividen dibandingkan dengan beberapa jenis saham lainnya. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham jenis ini akan terlebih dahulu memperoleh hak atas sisa aset perusahaan dibandingkan para pemegang saham biasa.Selain itu haknya juga akan lebih tinggi, maksudnya yaitu besarnya dividen yang diterima biasanya telah ditetapkan sebelumnya.  Jika sedang dalam kondisi merugi dan tidak mampu membayar dividen, maka perusahaan akan mencatatnya sebagai hutang yang harus dibayar.
B.   Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
·         Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


·         Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.


C.   Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
·         Blue chips stocks 
Merupakan jenis saham yang perusahaannya memiliki reputasi cukup tinggi serta menjadi pemimpin dalam sebuah industri dengan pendapatan yang stabil serta konsisten membayar deviden.
·         IncomeStocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
·         GrowthStocks
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
·         SpeculativeStocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.

·         CounterCyclicalStocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar