Oleh : Bening Shanaya A.P.
Di era globalisasi seperti saat ini pasti sudah banyak yang
mengerti apa itu saham. Dengan keuntungan yang didapat pasti banyak yang
tertarik dengan bermain saham. Saham sendiri adalah bukti yang menunjukkan kepemilikan seseorang dalam
suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika anda menanamkan saham disuatu
perusahaan, maka anda bisa juga disebut sebagai salah satu pemilik perusahaan
tersebut, tergantung seberapa besar porsi kepemilikan anda. Saham sendiri
berbentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh perusahaan menyatakan bahwa pemilik
sertifikat yang namanya tercantum adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi
berapa persen saham yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang
besar dan sehat akan banyak dicari karena memiliki nilai jual yang tinggi dan
akan menghasilkan laba yang besar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis-jenis
saham, berikut adalah jenis-jenis saham yang dibagi menjadi tiga berdasarkan
karakternya masing-masing
A.
Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
·
Saham Biasa (Common Stock)
Jenis
tersebut merupakan yang paling banyak digunakan dalam pasar modal karena para
pemilik saham akan menerima dividen jika suatu perusahaan mendapatkan keuntungan
atau laba, namun bisa juga tidak mendapatkan dividen jika perusahaan dalam
kondisi buruk. Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim
kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun
demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang
terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan
bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar
investasi pada saham tersebut.
·
Saham Preferen (Preferred Stocks)
Untuk jenis
ini, stockholder akan mendapatkan hak istimewa dalam
pembayaran dividen dibandingkan dengan beberapa jenis saham lainnya. Jika suatu
saat perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham jenis ini akan terlebih dahulu
memperoleh hak atas sisa aset perusahaan dibandingkan para pemegang saham
biasa.Selain itu haknya juga akan lebih tinggi, maksudnya yaitu besarnya
dividen yang diterima biasanya telah ditetapkan sebelumnya. Jika sedang dalam kondisi merugi dan tidak
mampu membayar dividen, maka perusahaan akan mencatatnya sebagai hutang yang
harus dibayar.
B. Jenis Saham
dari Segi Cara Peralihannya
·
Saham
Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya.
Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke
investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang
untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum,
siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan
berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
·
Saham
Atas Nama (Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas
unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam
kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.
C. Jenis Saham
dari Segi Kinerja Perdagangan
·
Blue
chips stocks
Merupakan jenis
saham yang perusahaannya memiliki reputasi cukup tinggi serta menjadi pemimpin
dalam sebuah industri dengan pendapatan yang stabil serta konsisten membayar
deviden.
·
IncomeStocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan
membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun
sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara
teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
·
GrowthStocks
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
·
SpeculativeStocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
·
CounterCyclicalStocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar